Oleh: Dr Ahmad Hatta *
Sebelum orang mengenal nama dukun Ponari, Al-Quran juga mendokumentasikan orang serupa. Namanya juga agak mirip, Samiri
Hidayatullah.com–Nama Ponari tiba-tiba melesat bak meteor. Popularitasnya menyaingi selebritis, bahkan elit politik yang akan bersaing dalam pemilu 2009. Puluhan ribu orang berduyun-duyun mendatangi rumahnya di Jombang. Hampir tak ada media massa yang tidak memberitakan Ponari. Ini terjadi hanya karena ia memiliki batu yang dianggap sakti: bisa memudahkan urusan dan menyembuhkan penyakit. Tapi tahukah Anda, di masa lalu, ada orang yang jauh lebih sakti dari Ponari dan batunya?
Orang tersebut mampu mengubah 180 derajat kaum Bani Israil di Syam (Palestina), hanya dalam beberapa hari: dari beriman kepada Allah menjadi penyembah patung anak sapi yang bersuara. Hal itu membuat marah Musa as. (QS. 20: 86). Bagaimana tidak, kejadian itu berlangsung saat dirinya sedang dipanggil Allah ke Bukit Sinai (Thur) untuk menerima wahyu. Sebelum pergi, Nabi Musa as. sudah berpesan kepada kaumnya agar tetap beriman kepada Allah.
Nabi Musa as perlu mewasiatkan itu karena ia dan kaumnya telah diberi nikmat luar biasa oleh Allah. Setelah lolos dari kejaran Fir’aun dan pasukannya dengan membelah Laut Merah, Nabi Musa as dan kaumnya menetap di Syam. Sejak tinggal di Syam inilah, Nabi Musa dan pengikutnya mendapatkan banyak kenikmatan dari Allah. Tanah Syam diberikan keberkahan. Kaum Bani Israil mendapatkan al manna wa salwa, makanan berupa burung dan manisan semanis madu dari bumi Syam. Namun, kenikmatan itu ternyata tak membuat mereka tetap beriman kepada Allah karena ulah seseorang.
Read the rest of this entry ?





